Senin, 04 Februari 2013

Walimatul Hajj, Apakah Ada Dasarnya?


Walimatul Hajj, Apakah Ada Dasarnya?
Apakah ada dasarnya bagi orang yang melakukan selametan atau walimatul hajj sebelum berangkat ke Makkah? Abdul Mun'im, Sby.
Jawaban:
Walimah dalam hadis-hadis memang identik dengan resepsi pernikahan. Tetapi sebenarnya arti walimah adalah hidangan makanan dan minuman. Ulama Syafi'iyah sepakat bahwa walimah ada banyak macam, seperti walimah khitan, khatam belajar al-Quran dan lainnya. Bahkan Imam Syafi'i berkata:
قَالَ الشَّافِعِيُّ تَصْدُقُ الْوَلِيْمَةُ عَلَى كُلِّ دَعْوَةٍ لِحَادِثِ سُرُوْرٍ
"Walimah dapat meliputi setiap undangan karena baru mendapatkan kenikmatan" (Hasyiyah Ibrahim al-Bajuri 'ala Fath al-Qarib II/125)
Dalam masalah ini, nikmat yang didapat adalah bisa menyempurnakan semua rukun Islam dengan ibadah haji ke Makkah yang menjadi harapan setiap Muslim. Dengan demikian, walimatul hajj ada dasarnya dalam Islam.
Namun yang perlu ditegaskan disini, walimatul hajj tujuannya adalah mendoakan keselamatan bagi orang yang naik haji dan keluarga yang ditinggal pergi haji. Sehingga walimatu hajj tidak dilakukan dengan berlebihan, berfoya-foya, mengharap pemberian dari calon haji dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar