Senin, 04 Februari 2013

Larangan Salat Ba'diyah Ashar dan Shubuh


Larangan Salat Ba'diyah Ashar dan Shubuh
Apa yang mendasari dilarangnya salat sunah setelah Ashar? Ahmad, Sby.
Jawaban:
Ibadah Salat, baik yang wajib maupun sunah, dilakukan secara tasyri' (hal-hal yang disayriatkan oleh Allah melalui Nabi Muhammad Saw). Salat juga sudah ditentukan waktu pelaksanaannya, kecuali salat sunah mutlak (seperti salat Hajat, salat Istikharah, salat Tahiyat al-Masjid dll), maka boleh dilakukan kapan saja.
Namun khusus salat Ratibah (salat yang mengiringi salat wajib, baik sebelum atau sesudahnya) yang setelah Ashar atau Shubuh tidaklah diperbolehkan. Diriwayatkan:
عن ابن عباس قال : شهد عندى رجال مرضيون وأرضاهم عندى عمر أن رسول الله  - صلى الله عليه وسلم -  نهى عن صلاة بعد العصر حتى تغرب الشمس وعن صلاة بعد الصبح حتى تشرق الشمس (أحمد ، والدارمى ، والبخارى ، ومسلم ، وابن ماجه ، والترمذى ، والنسائى ، وأبو داود ، وابن خزيمة ، وأبو عوانة ، والطحاوى)
ada seorang sahabat Nabi Saw yang setelah Ashar melakukan salat sunah Ba'diyah, maka dimarahi oleh Sayidina Umar, beliau berkata: "Sesungguhnya Rasulullah Saw melarang salat sunah setelah Ashar" (Riwayat Ahmad No 28445)
Larangan tersebut berdasarkan hadis:
لا تصلوا بعد العصر إلا أن تصلوا والشمس بيضاء مرتفعة (أحمد ، وأبو داود ، والبيهقى عن على)
"La tushallu ba'da al-'Ashri illa an tushallu wa al-syamsu baidla'u murtafi'atan", artinya: "Janganlah kamu salat setelah Ashar kecuali jika kamu salat sementara matahari telah tinggi (maksudnya tenggelam / Maghrib)" (HR Ahmad No 610 dan Abu Dawud No 1274, hadis ini juga banyak memiliki jalur riwayat)
Apa alasannya? Rasulullah Saw bersabda
لا تصلوا عند طلوع الشمس ولا عند غروبها فإنها تطلع بين قرنى الشيطان وتغرب بين قرنى الشيطان (أخرجه أحمد رقم 20181 وابن خزيمة رقم 1274)
artinya: "Janganlah salat ketika terbit matahari (setelah Shubuh) dan jangan salat ketika tenggelam matahari (setelah Ahar). Sebab matahari terbit diantara dua tanduk syetan dan terbenam diantara dua tanduk syetan" (HR Ahmad No 20181, Ibnu Khuzaimah No 1274, dan diriwayatkan melalui banyak jalur). Wallahu A'lam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar