Kamis, 07 Februari 2013

Doa-Doa Dalam Hadis Shahih


Doa-Doa Dalam Hadis Shahih

Doa Dalam Kesulitan (الْكَرْبُ)

« لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ »
Rasulullah membaca doa ini di saat keadaan yang sangat berat: Tiada Tuhan selain Allah yang maha agung dan sangat penyantun. “Tiada Tuhan selain Allah, Tuha yang memiliki ‘arsy yang besar. Tiada tuhan selain Allah, Tuhan yang menciptakan langit, bumi dan ‘arsy yang mulia.” (HR Bukhari 7/154, dan Muslim 4/2092)

« اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو ، فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ »
Doa bagi orang yang mendapatkan kesulitan “Ya Allah, saya hanya mengharap rahmat-Mu, maka jangan Engkau lepas saya dalam sekejap pun. Perbaikilah segala tingkah laku saya, tiada Tuhan selain Engkau.” (HR Abu Dawud 4/324, dan Ahmad 5/42)
« اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ ، أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي ، وَنُورَ صَدْرِي ، وَجِلَاءَ حُزْنِي ، وَذَهَابَ هَمِّي »
“Ya Allah, saya adalah hamba-Mu dan anak dari pasangan hamba-Mu. Diri saya dalam kuasa-Mu. Sejak dahulu hukum dan takdir-Mu berlaku bagi saya. Saya meminta kepada-Mu dengan setiap nama yang Engkau sebutkan sendiri untuk-Mu, atau nama yang Engkau ajarkan kepada salah satu makhluk-Mu, atau nama yang Engkau turunkan dalam kitab suci-Mu, atau nama yang Engkau pilih dalam ilmu ghaib di sisi-Mu, untuk menjadikan Al Quran sebagai pelipur hati saya, penerang jiwa saya, penerang kesedihan saya, dan pelenyap keresahan saya.” (HR Ahmad 1/391, dan Al Hakim 1/509).
« اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدُ ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْمَنَّانُ ، بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ »
“Ya Allah, saya meminta kepada-Mu, Engkau yang memiliki segala pujian, tiada Tuhan selain Engkau yang esa tanpa sekutu, maha pemberi anugerah, yang menciptakan langit dan bumi, yang maha agung dan mulia, yang maha hidup dan mengurus segala sesuatu.” Rasulullah Saw bersabda: Dia telah berdoa dengan nama Allah yang agung, yang jika diminta dengan nama tersebut Allah akan mengabulkan. (HR Abu Dawud 2/80, Ibnu Majah 2/1268, Nasa’i 3/52, dan Turmudzi 5/550)
« اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْأَحَدُ الصَّمَدُ ، الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ »
“Ya Allah, saya meminta kepada-Mu, saya bersaksi tiada Tuhan selain Engkau, yang maha esa, tempat bergantung segala sesuatu, yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, yang tidak ada sekutu bagi-Nya.” Rasulullah Saw bersabda: Dia telah berdoa dengan nama Allah, yang jika diminta dengan nama tersebut Allah akan mengabulkan. (HR Abu Dawud 2/79, Ibnu Majah 2/1267, Turmudzi 5/515, dan Ahmad 5/360)
« اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ يَا أَللَّهُ بِأَنَّكَ الْوَاحِدُ الْأَحَدُ الصَّمَدُ ، الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ، أَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ »
“Ya Allah, saya meminta kepada-Mu, ya Allah yang maha esa, tempat bergantung segala sesuatu, yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, yang tidak ada sekutu bagi-Nya, untuk mengampuni dosa-dosa saya, sesungguhnya Engkau maha pemberi ampunan dan maha penyayang.” (HR Nasa’i 3/52 dan Ahmad 4/338)



Doa Meminta Perlindungan (التَّعَوُّذُ)
« اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنًةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ ، وَفِتْنَةِ اْلقَبْرِ ، وَعَذَابِ اْلقَبْرِ ، وَشَرِّ فِتْنَةِ اْلغِنَى ، وَشَرِّ فِتْنَةِ اْلفَقْرِ ، اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ فِتْنَةِ اْلمَسِيْحِ الدَّجَّالِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ قَلْبِي بِمَاءِ الثَّلْجِ وَاْلبَرَدِ ، وَنَقِّ قَلْبِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ ، وَبَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ . اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَالْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ »
“Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari keburukan cobaan Dajjal. Ya Allah, bersihkan hati saya dengan air salju, bersihkan hati saya dari kotoran sebagaimana Engkau bersihkan pakaian yang putih dari noda. Jauhkan antara saya dan kejelakan amal saya sebagaimana Engkau jauhkan jarak antara timur dan barat. Ya Allah, saya berlindung padamu dari rasa malas, dosa dan menanggung kerugian.” (HR Bukhari 7/16, dan Muslim 4/2078)
« اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ ، وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَاْلبُخْلِ ، وأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ اْلقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ »
“Ya Allah saya berlindung kepada-Mu dari ketidak berdayaan, rasa malas, rasa takut, dan pikun. Ya Allah saya berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, cobaan dalam hidup dan mati.” (HR Bukhari 7/59, dan Muslim 4/2079)
« اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ اْلبَلَاءِ ، وَدَرْكِ الشَّقَاءِ ، وَسُوْءِ اْلقَضَاءِ ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ »
“Ya Allah saya berlindung kepada-Mu dari kondisi yang sulit, kerugian seketika, dan kegembiraan musuh di atas penderitaan yang lain.” (HR Bukhari 7/155, dan Muslim 4/2080)
« اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ ، وَالْكَسَلِ ، وَالْجُبْنِ ، وَالْبُخْلِ ، وَالْهَرَمِ ، وَعَذَابِ اْلقَبْرِ ، اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا ، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا . أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا . اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا »
“Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari ketidak berdayaan, rasa malas, rasa takut, dan pikun. Ya Allah saya berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Ya Allah, datangkanlah ketakwaan pada diri saya, bersihkan hati saya, Engkaulah sebaik-baiknya Dzat yang dapat membersihkannya. Engkau yang memerintah hati kami dan yang melindungi. Ya Allah saya berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tak bermanfaat, dari hati yang tidak bisa khusyu’, dari perut yang tak pernah kenyang dan dari doa yang tak dikabulkan.” (HR Muslim 4/2088)
« اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ ، وَمِنْ شَرِّ مَا لَمْ أَعْمَلْ »
“Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari keburukan sesuatu yang saya tahu, dan yang saya tidak ketahui.” (HR Muslim 4/2085)
« اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ »
“Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari musnahnya nikmat-Mu, berubahnya ketenteraman dari-Mu, cepatnya siksa-Mu dan semua murka-Mu.” (HR Muslim 4/2097)

« اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِي ، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِي ، وَمِنْ شَرِّ لِسَانِي ، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِي ، وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّي »
“Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari keburukan pendengaran saya, penglihatan saya, mulut saya, hati saya dan kemaluan saya.” (HR Abu Dawud 2/92, Turmudzi 5/123, dan Nasa’i 3/1116)
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ »
“Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari penyakit belang-belang, gila dan kusta, dan penyakit buruk lainnya.” (HR Ahmad No 12534, Abu Dawud No 1329, dan Ibnu Hibban No 1023)
« اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ »
“Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari ketakutan, saya berlindung kepada-Mu dari kikir, saya berlindung kepada-Mu supaya saya tidak dikembalikan ke masa yang paling hina (pikun), saya berlindung kepada-Mu dari siksa dunia dan akhirat.” (HR Bukhari 11/181)
« اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي ، وَالْهَدْمِ ، وَالْغَرَقِ ، وَالْحَرَقِ ، وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِيَ الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ ، وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ فِي سَبِيْلِكَ مُدْبِرًا ، وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ لَدِيْغًا »
“Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari terjatuh dari ketinggian, tertimpa bangunan, tenggelam, dan terbakar. Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari penguasaan syetan kepada saya saat kematian. Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari dari kematian di jalan-Mu dalam keadaan melarikan diri. Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari kematian disengat hewan.” (HR Abu dawud 2/92, dan Nasa’i 3/1123)
« اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُوعِ فَإِنَّهُ بِئْسَ الضَّجِيعُ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخِيَانَةِ فَإِنَّهَا بِئْسَتِ الْبِطَانَةُ »
“Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari kelaparan, karena kelaparan adalah seburuk-buruknya teman tidur. Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari khianat, karena khianat adalah seburuk-buruknya kenyang.” (HR Abu dawud 2/91, dan Nasa’i 8/263)
« اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ ، وَالْكَسَلِ ، وَالْجُبْنِ ، وَالْبُخْلِ ، وَالْهَرَمِ ، وَالْقَسْوَةِ ، وَالْغَفْلَةِ ، وَالْعِيْلَةِ ، وَالذُّلَّةِ ، وَالْمَسْكَنَةِ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْفَقْرِ ، وَالْكُفْرِ ، وَالْفُسُوْقِ ، وَالشِّقَاقِ ، وَالنِّفَاقِ ، وَالسُّمْعَةِ ، وَالرِّيَاءِ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الصَّمَمِ ، وَالْبُكْمِ ، وَالْجُنُوْنِ ، وَالْجُذَامِ ، وَالْبَرَصِ ، وَسَيِّئِ الْأَسْقَامِ »
“Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari ketidakberdayaan, malas, rasa takut, kikir, pikun, kerasnya hati, pelupa, kehampaan, hina dan kemiskinan. Saya berlindung kepada-Mu dari fakir, kufur, fasiq, perpecahan, kemunafikan, ingin populer, dan pamer. Saya berlindung kepada-Mu dari tuli, bisu, kusta, belang-belang dan penyakit-penyakit buruk.” (HR Al Hakim No 1899)
« اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْفَقْرِ ، وَالْقِلَّةِ ، وَالذِّلَّةِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ »
“Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari fakir, sedikit dan hina. Saya berlindung kepada-Mu dari berbuat aniaya atau dianiaya.” (HR Abu Dawud 2/91, dan Nasa’i 3/1111)

« اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ ، وَمِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَؤُلَاءِ الْأَرْبَعِ »
“Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyu’, doa yang tak terkabul, perut yang tak pernah kenyang dan ilmu yang tak bermanfaat. Saya berlindung kepada-Mu dari kesemuanya itu.” (HR Turmudzi 5/519, Abu Dawud 2/92, dan Nasa’i 3/1113)
« اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ يَوْمِ السُّوءِ، وَمِنْ لَيْلَةِ السُّوءِ، وَمِنْ سَاعَةِ السُّوءِ، وَمِنْ صَاحِبِ السُّوءِ، وَمِنْ جَارِ السُّوءِ فِي دَارِ الْمُقَامَةِ »
“Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari hari yang buruk, malam yang buruk, waktu yang buruk, teman yang buruk dan tetangga yang buruk di perkampungan.” (HR Thabrani fi Al Kabir, Al Haitsami menilainya sebagai hadis sahih)
« اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ الْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَسُوءِ الْعُمُرِ وَفِتْنَةِ الصَّدْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ »
“Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari kikir, rasa takut, usia yan buruk, ujian dalam hati dan siksa kubur.” (HR Nasa’i 8/255, dan Abu Dawud 2/9)
« اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ ، وَغَلَبَةِ الْعَدُوِّ ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ »
”Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari kemenangan hutang, kemenangan musuh dan kebembiraan musuh di atas penderitaan yang lain.” (HR Nasa’i 3/1113)
« اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ »
Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari susah dan sedih, dari lemah dan malas, dari takut dan kikir, dikalahkan oleh hutang dan penguasaan orang lain.” Rasulullah Saw mengajarkan doa ini kepada sahabat Abu Umamah agar dapat membayar hutang-hutangnya, akhirnya ia pun mampu membayarnya. Sesuai hadis, doa ini dibaca tiap pagi dan sore. (HR Abu Dawud No 1330)

Doa Untuk Segala Permintaan (السُّؤَالَاتُ)

« اللَّهُمَّ إنِّيْ أَسْأَلُكَ الْهُدَى ، وَالتُّقَى ، وَالْعَفَافَ ، وَاْلغِنَى »
“Ya Allah saya meminta kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, terjaganya diri dari perbuatan terlarang dan kami meminta kecukupan (kekayaan).” (HR Muslim 4/2087)
« اللَّهُمَّ إنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ »
”Ya Allah, saya meminta kepada-Mu keselamatan dari segala penyakit dan bencana, di dunia dan di akhirat.” (HR Turmudzi 5/534, dan Ahmad 1/156)
« اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ ، فَإِنَّهُ لَا يَمْلِكُهَا إِلَّا أَنْتَ »
”Ya Allah, saya meminta anugerah dan rahmat kepada-Mu, karena hanya Engkaulah yang memilikinya.” (HR Thabrani fi Al Kabir, dinilai sebagai hadis hasan oleh al Haitsami)

« اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ »
”Ya Allah, saya meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan saya berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat.” (HR Ibnu Majah 2/1263)
« اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا ، وَرِزْقًا طَيِّبًا ، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا »
”Ya Allah, saya meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima.” (HR Ibnu Majah 1/298)
« اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ ، وَعَلَيْكَ الْبَلَاغُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ »
”Ya Allah, kami meminta kepada-Mu dari setiap kebaikan yang diminta oleh nabi-Mu Muhammad Saw, dan saya berlindung kepada-Mu dari setiap keburukan yang diminta oleh nabi-Mu Muhammad Saw, Engkaulah yang diminta pertolongan dan kepada-Mu lah kami menyampaikan. Tiada daya untuk menghindari maksiat dan tiada kekuatan untuk menjalankan ketaatan, kecuali dengan pertolongan Allah.” (HR Turmudzi 5/537, dan Ibnu Majah 2/1264)
« اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ »
”Ya Allah, kami meminta kepada-Mu penyebab turunnya rahmat-Mu, keteguhan ampunan-Mu, keselamatan dari dosa, menjarah segala kebaikan, keberuntungan dengan surga dan selamat dari neraka.” (HR Al Hakim 1/525)
« اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ ، وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ ، وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ ، وَأَنْ تَغْفِرَ لِي وَتَرْحَمَنِي ، وَإِذَا أَرَدْتَ فِتْنَةَ قَوْمٍ فَتَوَفَّنِي غَيْرَ مَفْتُونٍ ، أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ »
”Ya Allah, saya meminta kepada-Mu melakukan kebaikan, meninggalkan keburukan, mencintai orang miskin. Saya meminta Engkau mengampuni dan mengasihi saya. Jika Engkau hendak memberi ujian pada sebuah umat, maka wafatkanlah saya tanpa terkena ujian. Saya meminta agar Engkau memberi pada saya rasa senang terhadap-Mu, rasa senang terhadap orang yang senang terhadap-Mu, dan senang terhadap amal yang mendekatkan pada rasa senang terhadap-Mu.” (HR Ahmad 5/243, Turmudzi 5/369, dan Al Hakim 1/521)
« اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ مِنْهُ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ ، وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ تَقْضِيهِ لِي خَيْرًا »
”Ya Allah, saya meminta kepada-Mu semua kebaikan, yang di dunia atau di akhirat, yang saya ketahui dan yang tidak saya ketahui. Saya berlindung kepada-Mu dari semua keburukan, yang di dunia atau di akhirat, yang saya ketahui dan yang tidak saya ketahui. Ya Allah, saya meminta kebaikan yang diminta oleh hamba-Mu dan nabi-Mu (Muhammad Saw). Saya berlindung dari keburukan yang dihindari oleh hamba-Mu dan nabi-Mu (Muhammad Saw). Ya Allah saya meminta surga kepada-Mu, dan setiap yang mendekatkan ke surga baik ucapan atau perbuatan. Saya berlindung kepada-Mu dari neraka, dan setiap yang mendekatkan ke naraka baik ucapan atau perbuatan. Dan saya meminta agar Engkau jadikan baik segala takdir untuk saya.” (Ahmad 6/134, Al Hakim 1/521, dan Ibnu Majah 2/264)
« اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا لَا يَرْتَدُّ ، وَنَعِيمًا لَا يَنْفَدُ ، وَمُرَافَقَةَ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَعْلَى جَنَّةِ الْخُلْدِ »
”Ya Allah, saya meminta kepada-Mu keimanan yang tidak goyah, kenikmatan yang tidak sirna, dan menemani muhammad Saw di tempat tertinggi surga kekekalan.” (HR Ibnu Hibban 2436, dan Ahmad 9/386, 400)
« اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِيْنِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي ، وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيْهَا مَعَاشِي ، وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيْهَا مَعَادِي ، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ »
”Ya Allah, perbaikilah agama saya, karena agamalah pedoman saya. Perbaikilah urusan dunia saya, karena disanalah kami menjalani hidup. Perbaikilah akhirat saya, karena kesanalah kami kembali. Jadikanlah kehidupan ini sebagai nilai tambah segala kebaikan dan jadikanlah kematian sebagai sebuah terhentinya segala keburukan bagi saya.” (HR Muslim 4/2087)
« اللَّهُمَّ اهْدِنِي وَسَدِّدْنِي ، وَاذْكُرْ بِالْهُدَى هِدَايَتَكَ الطَّرِيقَ وَالسَّدَادِ سَدَادَ السَّهْمِ »
”Ya Allah, berilah saya petunjuk, berilah saya pertolongan. Ingatkanlah dengan petunjuk seperti petunjuk-Mu ke jalan yang lurus, dan dengan penegakan seperti tegaknya busur panah.” (HR Muslim 4/2090)
« اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالِي ، وَوَلَدِي ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَنِي »
”Ya Allah, perbanyaklah harta dan anak saya, dan berkatilah segala sesuatu yang Engkau berikan kepada saya.” (HR Bukhari 7/154, dan Muslim 4/1928)
« وَأَطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ ، وَأَحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي »
”Panjangkanlah hidup saya untuk patuh kepada-Mu, perbaikilah amal saya, dan ampunilah saya.” (HR Bukhari fi al Adab al Mufrad  No: 653)
« اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ ، صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ »
”Ya Allah, yang maha memalingkan hati. Palingkan hati kami untuk taat kepada-Mu.” (HR Muslim 4/2045)
« يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ »
”Ya Allah, yang maha menggerakkan hati. Pertahankan hati saya kepada agama-Mu.” (HR Turmudzi 3/171, Ahmad 4/182, dan Al Hakim 1/525)
« اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا ، وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ »
”Ya Allah, jadikanlah semua akhir urusan kami penuh dengan kebaikan, dan selamatkanlah kami dari kenistaan di dunia dan siksa di akhirat.” (HR Ahmad 4/181, dan Thabrani fi al Kabir)
« رَبِّ أَعِنِّي وَلَا تُعِنْ عَلَيَّ ، وَانْصُرْنِي وَلَا تَنْصُرْ عَلَيَّ ، وَامْكُرْ لِي وَلَا تَمْكُرْ عَلَيَّ ، وَاهْدِنِي وَيَسِّرْ الْهُدَى لِي ، وَانْصُرْنِي عَلَى مَنْ بَغَى عَلَيَّ ،  رَبِّ اجْعَلْنِي لَكَ شَكَّارًا ، لَكَ ذَكَّارًا ، لَكَ رَهَّابًا ، لَكَ مِطْوَاعًا ، لَكَ مُخْبِتًا ، إِلَيْكَ أَوَّاهًا مُنِيبًا ، رَبِّ تَقَبَّلْ تَوْبَتِي ، وَاغْسِلْ حَوْبَتِي ، وَأَجِبْ دَعْوَتِي ، وَثَبِّتْ حُجَّتِي ، وَسَدِّدْ لِسَانِي ، وَاهْدِ قَلْبِي ، وَاسْلُلْ سَخِيمَةَ صَدْرِي »
”Wahai Tuhan saya, tolonglah saya dan jangan Engkau tolong musuh saya untuk mengalahkan saya, berilah saya tipu daya dalam berperang dan jangan Engkau beri musuh saya tipu daya untuk mengalahkan saya. Tolonglah saya, mudahkan hidayah bagi saya. Tolonglah saya atas orang-orang yang menganiaya saya. Ya Allah, jadikan saya sebagai orang yang sering bersyukur kepada-Mu, sering mengingat-Mu, sangat takut kepada-Mu, sangat patuh kepada-Mu, rendah diri di hadapan-Mu, sering mengadu dan kembali kepada-Mu. Ya Allah, terimalah taubat saya, bersihkanlah dosa saya, kabulkanlah doa saya, teguhkanlah argumen saya, luruskanlah mulut saya, berilah petunjuk hati saya, dan keluarkanlah kedengkian dalam hati saya.” (HR Abu Dawud 2/83, Turmudzi 5/554, ibnu Majah 2/1259, dan Al Hakim 1/519)
« اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ كَرِيمٌ ، تُحِبُّ الْعَفْوَ ، فَاعْفُ عَنِّي »
”Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf dan maha mulia, Engkau senang memaafkan. Maka ampuni saya.” (HR Turmudzi 5/534)
« اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْسَعَ رِزْقِكَ عَلَيَّ عِنْدَ كِبَرِ سِنِّي ، وَانْقِطَاعِ عُمْرِي »
”Ya Allah jadikanlah kelancaran rezeki saya di saat usia tua saya dan terputusnya umur saya.” (HR Al Hakim 1/542)
« اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي ، وَوَسِّعْ لِي فِي دَارِي ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا رَزَقْتَنِي »
”Ya Allah, ampuni dosa saya, berilah saya rasa lapang di rumah saya sendiri, dan berkatilah rezeki saya.” (HR Ahmad 4/63)
« اللَّهُمَّ فَقِّهْنِي فِي الدِّيْنِ »
”Ya Allah, berilah saya pengetahuan tentang agama. ” (HR Nasa’i 8/263, dan Abu Dawud 2/91)
« اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي ، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي ، وَزِدْنِي عِلْمًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ »
”Ya Allah, berilah kemanfaatan atas segala ilmu yang Engkau ajarkan pada saya. Berilah saya ilmu yang bermanfaat dan tambahkanlah ilmu pada saya. Segala puji bagi Allah dalam setiap waktu.” (HR Ibnu Majah 1/92)
« رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ  »
”Ya Allah, ampuni dosa saya dan terimalah taubat saya. Sesungguhnya Engkau maha penerima taubat dan maha pengampun.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah 2/1353, dan Turmudzi 3/153)
« اللَّهُمَّ احْفَظْنِي بِالْإسْلاَمِ قَائِماً ، وَاحْفَظْنِي بِالْإسْلَامِ قَاعِدًا ، وَاحْفَظْنِي بِالْإسْلَامِ رَاقِدًا ، وَلَا تُشْمِتْ بِي عَدُوًّا وَلَا حَاسِدًا اللَّهُمَّ إِنِّي أسْأَلُكَ مِنْ كُلِّ خَيْرٍ خَزَائِنُهُ بِيَدِكَ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ كُلِّ شَرٍّ خَزَائِنُهُ بِيَدِكَ »
”Ya Allah, jagalah saya dengan Islam ketika berdiri, duduk dan tidur. Jangan Engkau beri kebembiraan musuh atau orang yang dengki di atas penderitaan saya. Ya Allah, saya meminta kepada-Mu segala kebaikan yang gudangnya berada dalam kuasa-Mu. Saya berlindung kepada-Mu dari segala keburukan yang gudangnya berada dalam kuasa-Mu.” (HR Al Hakim 1/525)
« اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُوْلَ بِه ِبَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيْكَ ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَّلِّغُنَا بِهِ جَنّتَكَ ، وّمِنَ اْليَقِيْنِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا ، اللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا ، وَأَبْصَارِنَا ، وَقُوَّاتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا ، وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا ، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا ، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا ، وَلَا تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِي دِيْنِنَا ، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا ، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا ، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا »
”Ya Allah, bagilah dari rasa takut kami kepada-Mu yang dapat menjadi penghalang antara kami dan perbuatan maksiat. Bagilah dari kepatuhan kami yang dapat mengantarkan kami ke surga-Mu. Bagilah dari sebuah keyakinan yang Engkau mudahkan kepada kami menghadapi musibah di dunia. Ya Allah, berilah kami tenggang waktu menikmati pendengaran kami, penglihatan kami kekuatan kami selama Engkau menghidupkan kami. Jadikanlah hal tersebut sebagai pewaris kami. Jadikan pembalasan kami bagi mereka yang menganiaya kami. Berilah kami pertolongan terhadap orang yang memusuhi kami. Jangan Engkau jadikan cobaan dalam agama saya. Jangan Engkau jadikan urusan dunia sebagai kesusahan terbesar kami. Jangan Engkau jadikan orang yang tak mengkasihani kami sebagai pemimpin kami. Ya Allah yang maha hidup dan mengurus segala sesuatu.” (HR Nasa’i fi Al Sunan Al Kubra No 10234)
« اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي ، وَجَهْلِي وَإِسْرَافِي ، فِي أَمْرِي وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي هَزْلِي ، وَجِدِّي ، وَخَطَايَايَ ، وَعَمْدِي ، وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي »
Ya Allah, ampuni kesalahan saya, kebodohan saya, sikap saya yang elewaati batas, dan apapun yang engkau ketahui dari saya. Ya Allah, ampuni canda saya, keseriusan saya, kesalahan saya, kesengajaan saya, yang kesemuanya yang saya lakukan. (HR Bukhari 11/196)
« اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا ، وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ، وَارْحَمْنِي إِنَّك أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ »
”Ya Allah, saya telah banyak menganiaya diri sendiri, tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau. Maka berilah saya ampunan dari sisi-Mu, kasihanilah saya, sesungguhnya Engkau maha pengampun dan maha penyayang.” (HR Bukhari 1/302, dan Muslim 4/2078)
« اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ وَأَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَعْتَرِفُ بِذُنُوبِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ »
“Ya Allah, Engkau adalah Tuhan saya, tiada Tuhan selain Engkau. Engkau ciptakan saya, saya adalah hambamu, saya berdiri di atas janji-Mu dan percaya pada ancaman-Mu sesuai kemampuan saya. Saya berlindung kepda-Mu dari keburukan yang saya lakukan. Saya mengakui nikmat-Mu kepada saya, dan saya mengakui dosa-dosa saya, maka ampunilah dosa saya. Sesungguhnya tidak ada yang mengapuni dosa saya kecuali Engkau.” Rasulullah menyebut doa ini dengan Sayyidul Istighfar (pemimpin Istighfar), yang dibaca pagi dan sore. (HR Turmudzi No 3315, Al Hakim No 3666, Ibnu Hibban No 934, Nasa’i No 5427, dan  Thabrani fi Al Kabir No 7039)
« اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ ، وَبِكَ آمَنْتُ ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ ، وَبِكَ خَاصَمْتُ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِعِزَّتِكَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنْ تُضِلَّنِي ، أَنْتَ الْحَيُّ الَّذِي لَا يَمُوتُ ، وَالْجِنُّ وَالْإِنْسُ يَمُوتُونَ »
”Ya Allah, kepada-Mu saya serahkan, dengan-Mu saya beriman, kepada-Mu saya bertawakkal, kepada-Mu saya kembali, dan karena-Mu saya memusuhi (musuh-musuh-Mu). Ya Allah, saya berlindung dengan keagungan-Mu, yang tiada Tuhan selain Engkau, untuk tidak menyesatkan saya, engkau maha hidup, tak akan mati, sementara jin dan manusia akan mati semua.” (HR Muslim 4/2086)
« اللَّهُمَّ بِعِلْمِكَ الْغَيْبَ وَقُدْرَتِكَ عَلَى الْخَلْقِ ، أَحْيِنِي مَا عَلِمْتَ الْحَيَاةَ خَيْرًا لِي ، وَتَوَفَّنِي إِذَا عَلِمْتَ الْوَفَاةَ خَيْرًا لِي ، اللَّهُمَّ وَأَسْأَلُكَ خَشْيَتَكَ فِي الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ، وَأَسْأَلُكَ كَلِمَةَ الْحَقِّ فِي الرِّضَا وَالْغَضَبِ ، وَأَسْأَلُكَ الْقَصْدَ فِي الْفَقْرِ وَالْغِنَى ، وَأَسْأَلُكَ نَعِيمًا لَا يَنْفَدُ ،  وَأَسْأَلُكَ قُرَّةَ عَيْنٍ لَا تَنْقَطِعُ ، وَأَسْأَلُكَ الرِّضَاءَ بَعْدَ الْقَضَاءِ ، وَأَسْأَلُكَ بَرْدَ الْعَيْشِ بَعْدَ الْمَوْتِ ، وَأَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ ، وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ فِي غَيْرِ ضَرَّاءَ مُضِرَّةٍ ، وَلَا فِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ ، اللَّهُمَّ زَيِّنَّا بِزِينَةِ الْإِيمَانِ ، وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِينَ »
”Ya Allah, dengan pengetahuan-Mu terhadap semua yang ghaib, dengan kuasa-Mu atas semua makhluk, hidupkanlah saya selama Engkau menilai hidup itu lebih baik bagi saya. Matikanlah saya jika Engkau menilai kematian itu lebih baik bagi saya. Ya Allah, Saya meminta kepada-Mu agar saya memiliki rasa takut kepada-Mu baik secara dhahir maupun batin. Saya meminta ucapan yang haq baik dalam keadaan terkendali maupun ketika emosi. Saya meminta kepada-Mu kesederhanaan (hemat) baik ketika kaya maupun miskin. Saya meminta kepada-Mu kenikmatan yang tak pernah sirna, ketenangan mata yang tiada terputus. Saya meminta kepada-Mu rasa rela atas takdir, Saya meminta kepada-Mu mengembalikan kehidupan setelah kematian. Saya meminta kepada-Mu nikmatnya melihat atas Dzat-Mu, kerinduan berjumpa dengan-Mu, tanpa bahaya dan ujian yang menyesatkan. Ya Allah, hiasilah kami dengan iman dan jadikanlah kami orang-orang yang mendapatkan petunjuk.” (HR Ahmad 4/364, dan Nasa’i 3/54)
« اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يَنْفَعُنِي حُبُّهُ عِنْدَكَ ، اللَّهُمَّ مَا رَزَقْتَنِي مِمَّا أُحِبُّ فَاجْعَلْهُ قُوَّةً لِي فِيمَا تُحِبُّ ، اللَّهُمَّ وَمَا زَوَيْتَ عَنِّي مِمَّا أُحِبُّ فَاجْعَلْهُ فَرَاغًا لِي فِيمَا تُحِبُّ »
”Ya Allah, berilah saya rezeki mencintai-Mu dan mencintai orang yang memiliki nilai cinta di sisi-Mu. Ya Allah, apapun yang Engkau berikan yang sesuai dengan yang saya senangi, jadikanlah sebagai nilai yang Engkau senangi. Ya Allah, apapun yang Engkau genggam dari apa yang saya senangi, maka jadikanlah sebagai kelonggaran bagi saya untuk digunakan dalam hal yang Engkau senangi.” (HR Turmudzi 5/523)
« اللَّهُمَّ طَهِّرْنِي مِنْ الذُّنُوبِ وَالْخَطَايَا ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْهَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ طَهِّرْنِي بِالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَالْمَاءِ الْبَارِدِ »
”Ya Allah, sucikanlah saya dari dosa dan kesalahan, bersihkan kami sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah sucikanlah saya dengan salju dan air yang dingin.” (HR Turmudzi 5/515, dan Nasa’i 1/198-199)

« اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَرَبَّ إِسْرَافِيلَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ حَرِّ النَّارِ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ »
”Ya Allah, wahai Tuhannya Jibril, Mikail dan Israfil, saya berlindung kepada-Mu dari panasnya neraka dan siksa kubur.” (HR Nasa’i 8/278)
« اللَّهُمَّ أَلْهِمْنِي رُشْدِي وَأَعِذْنِي مِنْ شَرِّ نَفْسِي »
”Ya Allah, ilhamkan kepada saya petunjuk kebenaran, lindungi saya dari keburukan diri sendiri.” (HR Ahmad 4/444, dan Turmudzi 5/519)
« اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ الْأَرْضِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْفُرْقَانِ ،  أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ ، وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ ، إِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنْ الْفَقْرِ »
”Ya Allah, Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, tuhan yang menciptakan Arsy yang agung, Tuhab kita dan Tuhan segala sesuatu, yang menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan, yang menurunkan taurat, injil dan Al Quran. Saya berlindung kepada-Mu dari keburukan segala sesuatu yang Engkau kuasai. Ya Allah, Engkau yang pertama, maka tidak ada yang sebelum Engkau. Engkau yang terakhir, maka tidak ada yang setelah Engkau. Engkau yang dhahir, maka tidak ada yang di atas-Mu. Engkau yang batin, maka tidak ada yang di bawah-Mu. Bayarkan hutang kami dan cukupkanlah kami dari kefakiran.” (HR Muslim 4/2084)
« اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا ، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ ، وَنَجِّنَا مِنْ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعْمَتِكَ ، مُثْنِينَ بِهَا ، قَابِلِيهَا ، وَأَتِمَّهَا عَلَيْنَا »
”Ya Allah, pertautkanlah diantara hati kami, perbaikilah hubungan diantara kami, tunjukkan kami jalan kedamaian, selamatkan kami dari kegelapan menuju kepada terang, jauhkan kami dari semua keburukan, yang tampak maupun yang tidak tampak. Berkatilah kami dalam pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, istri dan keturunan kami. Terimalah taubat kami, engkau yang maha penerima taubat dan maha penyayang. Jadikan kami orang-orang yang bersyukur pada nikmat-Mu, pemuji nikmat-Mu, penerima nikmat-Mu, dan sempurnakanlah nikmat-Mu kepada kami.” (HR Al Hakim 1/265, Ibnu Hibban No 1001, dan Abu Dawud No 825)
« اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَسْأَلَةِ ، وَخَيْرَ الدُّعَاءِ ، وَخَيْرَ النَّجَاحِ ، وَخَيْرَ الْعَمَلِ ، وَخَيْرَ الثَّوَابِ ، وَخَيْرَ الْحَيَاةِ ، وَخَيْرَ الْمَمَاتِ ، وَثَبِّتْنِي وَثَقِّلْ مَوَازِينِي ، وَأَحِقَّ إِيمَانِي ، وَارْفَعْ دَرَجَتِي وَتَقَبَّلْ صَلاتِي ، وَاغْفِرْ خَطِيئَتِي، وَأَسْأَلُكَ الدَّرَجَاتِ الْعُلَى مِنَ الْجَنَّةِ آمِينَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فَوَاتِحَ الْخَيْرِ وَخَوَاتِمَهُ وَجَوَامِعَهُ وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَظَاهِرَهُ وَبَاطِنَهُ، وَالدَّرَجَاتِ الْعُلَى مِنَ الْجَنَّةِ آمِينَ، اللَّهُمَّ وَنَجِّنِي مِنَ النَّارِ وَمَغْفِرَةِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ، وَالْمَنْزِلَ الصَّالِحَ مِنَ الْجَنَّةِ آمِينَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَلاصًا مِنَ النَّارِ سَالِمًا، وَأَدْخِلْنِي الْجَنَّةَ آمِنًا، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تُبَارِكَ لِي فِي نَفْسِي وَفِي سَمْعِي وَفِي بَصَرِي وَفِي رُوحِي وَفِي خُلُقِي وَفِي خَلِيقَتِي وَأَهْلِي وَفِي مَحْيَايَ وَفِي مَمَاتِي، اللَّهُمَّ وَتَقَبَّلْ حَسَنَاتِي، وَأَسْأَلُكَ الدَّرَجَاتِ الْعُلَى مِنَ الْجَنَّةِ آمِينَ »
”Ya Allah, saya minta kepada-Mu masalah yang terbaik, doa yang terbaik, kesuksesan yang terbaik, perbuatan yang terbaik, pahala yang terbaik, hidup yang terbaik, mati yang terbaik, teguhkan saya, beratkanlah timbangan amal kebaikan saya, nyatakanlah iman saya, angkatlah derajat saya, terimalah salat saya, ampunilah kesalahan saya. Dan saya meminta kepada-Mu derajat yang tinggi di surga. Ya Allah, saya meminta kepada-Mu kebaikan di awal dan di akhir, keseluruhannya, dhahir dan batin, dan derajat yang tinggi di surga, Amin. Ya Allah, saya meminta kepada-Mu untuk mengangkat nama saya, menurunkan dosa saya, memperbaiki urusan saya, mensucikan hati saya, menjaga kemaluan saya, menerangi hati saya, mengampuni dosa saya, saya meminta kepada-Mu derajat yang tinggi di surga, Amin. Ya Allah, saya meminta kepada-Mu memberkati diri saya, pendengaran saya, penglihatan saya, ruh saya, diri saya, moral saya, hidup saya, mati saya, perbuatan saya, maka terimalah amal-amal kebaikan saya, saya meminta kepada-Mu derajat yang tinggi di surga.” (HR Al Hakim 1/520, dan Thabrani fi al Kabir No 19192)
« اللَّهُمَّ، جَنِّبْنِي مُنْكَرَاتِ الأَخْلاقِ، وَالأَعْمَالِ، وَالأَهْوَاءِ، وَالأدْوَاءِ »
”Ya Allah, jauhkan saya dari kerusakan moral, hawa nafsu, perbuatan dan penyakit.” (HR Al Hakim 1/532, Ibnu Hibban No 965, dan Thabrani fi al Kabir No 15279)
« اللَّهُمَّ قَنِّعْنِي ِبَما رَزَقْتَنِي ، وَبَارِكْ لِي فِيْهِ ، وَاخْلُفْ عَلَيَّ كُلَّ غَائِبَةٍ لِي بِخَيْرٍ »
”Ya Allah, berilah kami rasa cukup atas rezeki-Mu pada saya, berkatilah rezeki saya, dan gantilah buat saya setiap sesuatu yang terlewatkan dengan yang lebih baik.” (HR Al Hakim 1/510, dan Ibnu Khuzaimah 2522)
« اللَّهُمَّ حَاسِبْنِي حِسَابًا يَسِيْرًا »
”Ya Allah, periksalah amal saya, dengan pemeriksaan yang ringan.” (HR Ahmad 6/48, dan Al Hakim 1/255)
« اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ »
”Ya Allah, bantulah saya untuk mengingat-Mu, mensyukuri nikmat-Mu, dan berbuat baik dalam beribadah kepada-Mu.” (HR Al Hakim 1/499, Abu Dawud 2/86, dan Nasa’i 3/53)
« اللَّهُمَّ قِنِي شَرَّ نَفْسِي وَاعْزِمْ لِي عَلَى أَرْشَدِ أَمْرِي ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَخْطَأْتُ وَمَا عَمَدْتُ وَمَا عَلِمْتُ وَمَا جَهِلْتُ »
”Ya Allah, jagalah saya dari keburukan saya sendiri, teguhkanlah saya pada urusan yang lurus. Ya Allah, ampunilah dosa saya, baik yang rahasia, yang terlihat, yang salah, yang disengaja, yang saya tahu dan yang tidak saya ketahui.” (HR Ahmad 4/444, dan Al Hakim 1/510)
« اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي وَعَافِنِي ، أَعُوذُ بِاللهِ مِنْ ضَيْقِ الْمَقَامِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ »
”Ya Allah, ampuni saya, tunjukkanlah saya, berilah saya rezeki, sehatkanlah saya, dan saya berlindung kepada-Mu dari sempitnya tempat di hari kiamat.” (HR Nasa’i 3/209, Ibnu Majah 1/431)


« اللَّهُمَّ مَتِّعْنِي بِسَمْعِي وَبَصَرِي وَاجْعَلْهُمَا الْوَارِثَ مِنِّي ، وَانْصُرْنِي عَلَى مَنْ يَظْلِمُنِي ، وَخُذْ مِنْهُ بِثَأْرِي »
”Ya Allah, berilah saya tenggang waktu menikmati penglihatan dan pendengaran saya, jadikan keduanya sebagai warisan saya, tolonglah saya dari orang yang menganiaya saya dan balaslah ia atas penganiaannya tarhadap saya.” (HR Turmudzi No 3535, dan Al Hakim 1888)
« اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِيْشَةً نَقِيَّةً ، وَمِيْتَةً سَوِيَّةً ، وَمَرَدًّا غَيْرَ مَخْزٍ وَلَا فَاضِحٍ »
”Ya Allah, saya meminta kepada-Mu kehidupan yang bersih, kematian yang baik, dan tempt kembali tanpa kehinaan dan bencana.” Doa ini dibaca oleh Rasulullah Saw pada waktu hari raya. (HR al Bazzar No 2177 dan Thabrani, hadis ini dikomentari oleh Al Haitsami dengan sanad yang baik)
« اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كُلُّهُ اللَّهُمَّ لَا قَابِضَ لِمَا بَسَطْتَ وَلَا بَاسِطَ لِمَا قَبَضْتَ ، وَلَا هَادِيَ لِمَا أَضْلَلْتَ وَلَا مُضِلَّ لِمَنْ هَدَيْتَ ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ ، وَلَا مُقَرِّبَ لِمَا بَاعَدْتَ وَلَا مُبَاعِدَ لِمَا قَرَّبْتَ ، اللَّهُمَّ ابْسُطْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِكَ وَرَحْمَتِكَ وَفَضْلِكَ وَرِزْقِكَ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ النَّعِيمَ الْمُقِيمَ الَّذِي لَا يَحُولُ وَلَا يَزُولُ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ النَّعِيمَ يَوْمَ الْعَيْلَةِ وَالْأَمْنَ يَوْمَ الْخَوْفِ ، اللَّهُمَّ إِنِّي عَائِذٌ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا أَعْطَيْتَنَا وَشَرِّ مَا مَنَعْتَ ، اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْإِيمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوبِنَا وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنْ الرَّاشِدِينَ ، اللَّهُمَّ تَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ وَأَحْيِنَا مُسْلِمِينَ وَأَلْحِقْنَا بِالصَّالِحِينَ غَيْرَ خَزَايَا وَلَا مَفْتُونِينَ ، اللَّهُمَّ قَاتِلْ الْكَفَرَةَ الَّذِينَ يُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِكَ وَاجْعَلْ عَلَيْهِمْ رِجْزَكَ وَعَذَابَكَ ، اللَّهُمَّ قَاتِلْ الْكَفَرَةَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَهَ الْحَقِّ »
”Ya Allah, segala puji bagi-Mu. Ya Allah, tiada yang mampu menggenggam apa yang Engkau lepas, tiada yang mampu melepas apa yang Engkau genggam, tiada yang bisa memberi hidayah bagi orang yang telah Engkau sesatkan, tiada yang mampu menyesatkan orang yang telah Engkau beri hidayah, tiada yang mampu memberi kepada apa yang Engkau cegah, tiada yang mampu mencegah apa yang Engkau beri, tiada yang bisa mendekatkan apa yang telah Engkau jauhkan, dan tiada yang mampu menjauhkan apa yang Engkau dekatkan. Ya Allah, luaskan berkah-Mu kepada kami, juga rahmat-Mu, anugerah-Mu dan rezeki-Mu. Ya Allah, saya meminta kepada-Mu kenikmatan yang kekal, yang tiada pernah sirna. Ya Allah, saya meminta kepada-Mu kenikmatan di saat hari kemiskinan, meminta kedamaian di hari ketakutan. Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau berikan kepada kami maupun yang Engkau cegah. Ya Allah, berilah kami kecintaan terhadap iman, hiasilah hati kami dengan iman, berilah kami kebencian pada kekufuran, kefasikan dan kedurhakaan dan jadikanlah kami orang-orang yang dapat petunjuk. Ya Allah, matikanlah kami sebagai orang muslim, hidupkan kami sebagai oramg muslim, pertemukanlah kami dengan orang-orang saleh, tanpa kerugian dan mendapatkan fitnah. Ya Allah perangilah orang-orang kafir yang telah mendustakan para rasul-Mu dan menghalang-halangi jalan-Mu, timpakanlah adzab siksa-Mu pada mereka. Ya Allah, perangilah pula orang-orang ahli kitab.” (HR Ahmad 4/424, Al Hakim 1//507, Al Bukhari fi al Adab al Mufrad 699, dan Nasa’i fi al Kubra 10444)
« اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاهْدِنِي ، وَعَافِنِي ، وَارْزُقْنِي » وفى رواية  « وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي »
”Ya Allah, ampunilah saya, kasihanilah saya, berilah saya petunjuk, sehatkanlah saya, dan berilah saya rezeki.” (HR Muslim 4/2072). (dalam riwayat Turmudzi 1/90 dan Ibnu Majah 1/148: ”Tambalkanlah kekurangan saya dan angkatlah [derajat] saya).”
« اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلَا تَنْقُصْنَا ، وَأَكْرِمْنَا وَلَا تُهِنَّا ، وَأَعْطِنَا وَلَا تَحْرِمْنَا ، وَآثِرْنَا وَلَا تُؤْثِرْ عَلَيْنَا ، وَارْضَ عَنَّا وَأَرْضِنَا »
”Ya Allah, tambahkanlah kepada kami dan jangan Engkau kurangi, muliakanlah kami dan jangan Engkau nistakan, berilah kami dan jangan kau halangi, pilihlah kami dan jangan Engkau sia-siakan, dan ridlailah kami.” (HR Ahmad No 218, Turmudzi No 3097, dan Al Hakim No 1917)
« اللَّهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِي فَأَحْسِنْ خُلُقِي »
”Ya Allah, Engkau telah indahkan penciptaan saya, maka indahkanlah akhlak saya.”  (HR Ahmad 6/68 dan 155)
« اللَّهُمَّ ثَبِّتْنِي وَاجْعَلْنِي هَادِيًا مَهْدِيًّا »
”Ya Allah, teguhkanlah saya dan jadikanlah saya orang yang dapat petunjuk dan diberi hidayah.” (HR Al Bukhari dalam Fathul Bari 6/161 )
« يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ ، لَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ »
Doa Fatimah yang diajarkan oleh ayahnya, Rasulullah Saw: ”Wahai Tuhan yang maha hidup, yang maha mengurus segala sesuatu. Dengan rahmat-Mu saya meminta tolong. Jangan Engkau campakkan diri saya walau sekejap mata. Perbaikilah semua keadaan saya.” (HR Al Hakim No: 1958, Nasa’i fi al Kubra No 10405, dan Thabrani fi al Ausath No 445)
 « اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لِي ذَنْباً إِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمّاً إِلَّا فَرَّجْتَهُ وَلَا دَيْنًاً إِلَا قَضَيْتَهُ وَلَا حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ إِلَّا قَضَيْتَهَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنِ »
“Ya Allah, jangan Engkau tinggalkan untuk saya sebuah dosa kecuali Engkau ampuni, jangan tinggalkan kesusahan kecuali Engkau hilangkan, jangan tinggalkan hutang kecuali Engkau bayarkan, jangan tinggalkan kebutuhan dunia dan akhirat kecuali Engkau penuhi, wahai yang paling mengasihi diantara yang mengasihi” (HR Thabrani fi al Ausath No 3529, dan fi Al Shaghir No 342)

« رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيْرًا وَاغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ »
“Ya Tuhanku, ampunilah dosa saya dan kedua orang tua saya, rahmatilah mereka sebagaimana mereka mendidik saya waktu kecil. Berilah ampunan pula bagi orang-orang mukmin dan muslim, yang laki-laki atau wanita, yang masih hidup ataupun yang telah meninggal”. (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah, Al Iraqi menilainya sebagai hadis hasan)
" اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّي وَعَلَانِيَّتِي فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِي ، وَتَعْلَمُ حَاجَتِي فَأَعْطِنِي سُؤْلِي ، وَتَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي فَاغْفِرْ ِلي ذُنُوْبِي. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَاناً يُبَاشِرُ قَلْبِي ، وَيَقِيْناً صَادِقاً ، حَتَّى أّعْلَمَ أَنَّهُ لَنْ يُصِيْبَنِي إِلَّا مَا كَتَبْتُهُ عَلَيَّ ، وَالرِّضَا بِمَا قَسَمْتَهُ لِي ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ "
Doa Nabi Adam ketika Allah hendak menerima taubatnya: ”Ya Allah, Engkau mengetahui rahasia saya dan sesuatu yang tampak dari saya, maka terimalah udzur saya. Engkau mengetahui kebutuhan saya, maka kabulkan permintaan saya. Engkau mengetahui apa yang ada dalam diri saya, maka ampuni dosa-dosa saya. Ya Allah, saya meminta kepada-Mu iman yang menuntun hati saya, saya meminta keyakinan yang benar sehingga saya percaya bahwa apa yang menimpa pada diri saya adalah atas taqdir-Mu, dan saya meminta agar saya memiliki rasa rela atas pemberian-Mu pada saya. Wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kemuliaan.” ( Al Ghazali, Ihya Ulumiddin 1/319)
اللَّهُمَّ إنَّ هَذَا خَلْقٌ جَدِيْدٌ فَافْتَحْهُ عَلَيَّ بِطَاعَتِكَ ، وَاخْتِمْهُ لِي بِمَغْفِرَتِكَ وَرِضْوَانِكَ ، وَارْزُقْنِي فِيْهِ حَسَنَةً تَقْبَلُهَا مِنِّي ، وَزَكِّهَا وَضَعِّفْهَا لِي ، وَمَا عَمِلْتُ فِيْهِ مِنْ سَيِّئَةٍ فَاغْفِرْ لِي ، إنَّكَ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ وَدُوْدٌ كَرِيْمٌ.
Doa Nabi Ibrahim saat pagi hari: ”Ya Allah, Hari ini adalah ciptaan yang baru, maka bukalah hari ini dengan kepatuhanku kepada-Mu, dan tutuplah hari ini dengan ampunan dan ridha-Mu. Berilah saya rezeki kebaikan hari ini, terimalah kebaikan itu dari saya, bersihkanlah dan lipatgandakanlah untuk saya. Amal buruk yang saya lakukan hari ini, apunkanlah. Engkau maha pengampun, penyayang, pengasih dan maha mulia.” (Al Ghazali, Ihya Ulumiddin 1/318)
اللَّهُمَّ إنِّي أَصْبَحْتُ لَا أَسْتَطِيْعُ دَفْعَ مَا أَكْرَهُ ، وَلَا أَمْلِكُ نَفْعَ مَا أَرْجُوْ ، وَأَصْبَحَ الْأَمْرُ بِيَدِ غَيْرِي ، وَأَصْبَحْتُ مُرْتَهَناً بِعَمَلِي فَلَا فَقِيْرَ أَفْقَرُ مِنِّي. اللَّهُمَّ لَا تُشْمِتْ بِي عَدُوِّي ، وَلَا تَسُؤْ بِي صَدِيْقِي ، وَلَا تَجْعَلْ مُصِيْبَتِي فِي دِيْنِي ، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّي ، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيَّ مَنْ لَا يَرْحَمُنِي ، يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ.
Doa Nabi Isa As.: ”Ya Allah, (setiap hari) saya tak mampu menghindar dari apa yang saya benci, saya pun tak kuasa mendapatkan apa yang saya inginkan. Segala urusan ada di luar kekuasaan saya, diri saya tergadaikan dengan perbuatan saya, maka tidak ada yang lebih miskin dari saya. Jangan Engkau beri kebembiraan musuh di atas penderitaan saya. Jangan Engkau jadikan cobaan saya dalam agama saya. Jangan Engkau jadikan urusan dunia sebagai kesusahan terbesar saya. Jangan Engkau jadikan orang yang tak mengkasihani saya sebagai pemimpin saya. Ya Allah yang maha hidup dan mengurus segala sesuatu.” (Al Ghazali, Ihya Ulumiddin 1/318)
" بِسْمِ اللهِ مَا شَاءَ اللهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ ، مَا شَاءَ اللهُ كُلُّ نِعْمَةٍ مِنَ اللهِ ، مَا شَاءَ اللهُ اْلخَيْرُ كُلُّهُ بِيَدِ اللهِ ، مَا شَاءَ اللهُ لَا يَصْرِفُ السُّوْءَ إِلَّا اللهُ "
Doa Nabi Khidir dan Nabi Ilyas: “Dengan menyebut nama Allah, Masya Allah (segala sesuatu atas kehendak Allah), tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Masyaallah, segala nikmat dari Allah. Masyaallah, segala kebaikan atas kuasa Allah. Masyaallah, tak ada yang mampu menghindarkan keburukan kecuali Allah.” (Al Ghazali, Ihya Ulumiddin 1/319)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar